Jumat, 21 Mei 2010

contoh laporan akhir prakerin

LAPORAN AKHIR PRAKERIN

KONFIGURASI LAN PADA JARINGAN

KOMPUTER

DI SUSUN OLEH:

GUSTI RAHMAN

NIS:9928614997

JURUSAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN

SMK NEGERI 1 MANDAU

KOTA DURI

RIAU

2010

LEMBAR PENGESAHAN

KONFIGURASI LAN PADA JARINGAN

KOMPUTER

DI

PT PERTAMINA (PERSERO) REFINERY UNIT II

Periode 01 april 2010 – 01 juni 2010

Di susun oleh :

Nama: Gusti rahman

NIS : 9928614997

Mengetahui, Menyetujui,

Kabag. Pembimbing kerja praktek.

Menyetujui,

Head Of People Development

HR Area / BP RU II

Agi Ginanjar

JURUSAN TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN

SMK NEGERI 01 MANDAU

DURI MANDAU

Kata Pengantar

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis sehingga laporan praktik kerja industri (Prakerin) di PT. PERTAMINA (PERSERO) DUMAI. Penulis melakukan praktik kerja selama lebih kurang 2 bulan yang berlangsung dari tanggal 01 April 2010 sampai dengan 01 Juni 2010.

Laporan praktik kerja industri ini diajukan untuk memenuhi salah satu syarat untuk nilai mid semester dan merupakan tugas yang diberikan setelah melaksanakan praktik kerja industri.

Penulis menyadari bahwa laporan hasil praktik kerja industri ini masih jauh dari sempurna dan masih banyak yang perlu dibenahi. Untuk itu penulis mohon kerja samanya dari semua pihak untuk mengeritik dan memberikan saran supaya dalam pembuatan laporan lainnya dapat jauh lebih baik dari sebelumnya, dan penulis juga berharap semoga laporan ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis umumnya bagi pembaca terutama bagi adik-adik kelas yang akan melaksanakan praktik kerja industri supaya menjadi pedoman.

Semoga amal baik yang diberikan kepada penulis sebelum dan sesudahnya Prakerin mendapat balasan dari Allah SWT.

DAFTAR ISI

Halaman Judul..................................

Halaman pengesahan........................

Kata pengantar..................................

Daftar isi...........................................

BAB I : Pendahuluan

1.1 Latar belakang masalah

1.2 Uraian tujuan praktek kerja industri

1.3 Pembatasan masalah

BAB II : organisasi DU/DI

2.1 Sejarah perusahaan

2.2 Era persero

2.3 Profil perusahaan

2.4 tata nilai perusahaan

2.5 visi dan misi

2.6 struktur organisasi

BAB III : LAN (Local Area Network)

3.1 Pengertian jaringan komputer dan LAN

3.2 Macam-macam topologi jaringan LAN

3.3 Type jaringan

3.4 Mamfaat jaringan LAN

3.5 Komponen jaringan

3.6 Membangun jaringan LAN

3.7 Gambaran jaringan LAN

3.8 Gambar komponen jaringan

3.9 Gambar hardware jaringan LAN

3.10 Laporan kegiatan kerja industri

BAB IV : Kesimpulan dan saran

4.1 kesimpulan

4.2 saran

DAFTAR PUSTAKA……………



BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Praktik Kerja Industri (Prakerin)

Dalam rangka meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menghadapi Asian Free Trade Area (AFTA) dan Asian Free Labour Area (AFLA), Departemen Pendidikan Nasional melalui Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan telah memberikan arahan yang jelas bagi pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia menghadapi perkembangan masa yang akan datang sesuai dengan ketentuan GBHN 1993 yang menitik beratkan pada pembangunan ekonomi dan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendidikan dan Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Pendidikan merupakan pilar dan alat utama (mean) pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) secara jelas berperan membentuk peserta didik menjadi asset bangsa yang diharapkan menjadi manusia produktif untuk menhasilkan dan menciptakan produk unggulan Industri Indonesia dalam menghadapi pasar global.

Sumber Daya Manusia (SDM) yang terdidik dan terlatih adalah andalan utama untuk menentukan suatu keunggulan. Keahlian profesional tenaga kerja yang terlibat dalam proses produksi akan menentukan mutu, biya produksi, dan penampilan kualitas akhir produksi industri sekaligus menjadi faktor penentu daya saing produk industri tersebut. Keahlian profesi pada dasarnya mengandung unsur ilmu pengetahuan teknik dengan keahlian Seft Skill, Hard Skill dan Kiat (Arts).

1.2 Uraian Tujuan Praktik Kerja Industri (Prakerin)

Sebelum ketujuan, kita harus tahu apa pengertian dari Praktik Kerja Industri (Prakerin) itu sendiri. Praktik Kerja Industri adalah bagian dari Pendidikan Sistem Ganda (PSG), dimana sebagian proses pembelajaran produktif dilaksanakan di Dunia Usaha dan Industri yang revelan dengan program keahlian masing-masing, selain itu tuntutan kurikulum SMK sangat menitik beratkan kepada praktik langsung di Industri terkait. Sementara Pendidikan Sistem Ganda (PSG) adalah suatu bentuk penyelenggaraan pendidikan keahlian profesional yang memadukan secara sistematik dan sinkron program pendidikan di sekolah dan program penguasaan keahlian yang diperoleh melalui kegiatan bekerja langsung di Dunia Kerja (Dunia Usaha/Industri), secara terarah untuk mencapai suatu tingkat keahlian profesional tertentu sehingga tercapai Link and Match (keterpaduan kerja sama) antara Dunia Pendidikan dan Dunia Industri.

Dalam pelaksanaan Praktik Kerja Industri bagi siswa SMK mempunyai maksud dan tujuan sebagai berikut :

1. Memperkokoh” Link and Match (keterpaduan kerjasama)” antara Sekolah dengan Dunia Kerja/Industri.

2. Meningkatkan efisiensi proses pendidikan dan pelatiahan tenaga kerja yang berkualitas dan profesional.

3. Memberikan pengalaman dan penghargaan terhadap pengalaman kerja sebagai bagian dari proses Pendidikan.

4. Membekali siswa dengan pengalaman sebenarnya dalam Dunia Kerja sebagai persiapan guna menyesuaikan diri dengan DU/DI.

5. Memantapkan disiplin, percaya diri, dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas.

6. Mendorong siswa berjiwa wiraswasta.

7. Menjajagi penempatan dan lowongan kerja untuk lulusan sekolah mereka menyelesaikan pendidikannya.

8. Menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keahlian profesional dengan tingkat pengetahuan, keterampilan dan etos kerja yang sesuai dengan tuntutan lapangan Kerja.

1.2.1 Uraian Tujuan Pembuatan Laporan

Setelah siswa menyelesaikan praktik dan sebelum meninggalkan tempat praktik, siswa wajib membuat laporan sementara dengan menyertakan agenda harian pelaksanaan Praktik Lini Produksi (PLP) yang disahkan oleh Dunia Industri atau lembaga dan guru pembimbing. Dengan demikian tujuan penulisan laporan Prakerin adalah :

1. Siswa mampu memahami, memantapkan dan mengembangkan pelajaran yang diperoleh di sekolah dan penerapannya di laksanakan di Dunia Kerja.

2. Siswa mampu mencari altenatif pemecahan masalah kejuruan lebih luas dan mendalam yang dituangkan dalam buku laporan.

3. Mengumpulkan data guna kepentingan sekolah dan siswa itu sendiri.

4. Menambah pembendaharaan perpustakaan sekolah dan menunjang peningkatan wawasan dan pengetahuan siswa angkatan berikutnya.

1.3 Pembatasan Masalah

Permasalahan yang akan dibahas pada laporan ini adalah segala kegiatan penulis selama melaksanakan Prakerin di PT. PERTAMINA (PERSERO) dimana disana penulis ditempatkan di bagian Manajemen Proyek (TI).

BAB II

ORGANISASI DU/DI

2.1 Sejarah Perusahaan PT ERTAMINA(PERSERO) REFINERY UNIT II

2.2 Era Persero

  • Pertamina adalah Badan Usaha Milik Negara yang telah berubah bentuk menjadi PT.Persero yang bergerak di bidang energi, petrokimia dan usaha lain yang menunjang bisnis Pertamina, baik di dalam maupun di luar negeri yang berorientasi pada mekanisme pasar.

  • Modal Setor PT. Pertamina (Persero) :
    • PT. Pertamina (Persero) merupakan BUMN yang 100% sahamnya dimiliki oleh Negara.
    • Modal Disetor (Penanaman Modal Negara/PMN) PT. Pertamina (Persero) pada saat pendirian adalah Rp. 100 Trilyun.

  • Nilai Rp. 100 Trilyun tersebut diperoleh dari :
    • "Seluruh Kekayaan Negara yang selama ini tertanam pada Pertamina, yang meliputi Aktiva Pertamina beserta seluruh Anak Perusahaan, termasuk Aktiva Tetap yang telah direvaluasi oleh Perusahaan Penilai Independen, dikurangi dengan semua Kewajiban (Hutang) Pertamina".


2.2.1 Pertamina Unit Pengolahan II Dumai

Sejak dioperasikan pada tahun 1971, kilang minyak Putri Tujuh Dumai dan Sungai Pakning telah memberikan sumbangan nyata terhadap perkembangan dan kemajuan daerah khususnya kota Dumai dan sekitarnya dan telah memberikan andil yang besar bagi pemenuhan kebutuhan bahan bakar nasional.

Berbagai produk bahan bakar Minyak (BBM) dan Non Bahan Bakar Minyak (NBBM) telah dihasilkan dari kilang Putri Tujuh Dumai - Sungai Pakning dan telah didistribusikan ke berbagai pelosok tanah air dan manca negara.

Adalah komitmen kami untuk memajukan Kilang Minyak Unit Pengolahan II Dumai dan Sungai Pakning menjadi Kilang Kebanggaan Nasional, sehingga program peningkatan kehandalan kilang dan peningkatan kualitas informasi dan komunikasi menjadi penting.

Kehadiran Situs ini adalah untuk memberikan gambaran kepada pengunjung tentang Pertamina Unit Pengolahan II dan kegiatannya dalam mengolah minyak mentah yang berwawasan lingkungan guna memenuhi kebutuhan bahan bakar nasional.

Harapan kami melalui situs ini dapat tercipta hubungan komunikasi yang lebih baik dan kerja sama yang lebih luas dengan semua pihak termasuk dengan mitra kerja di dalam dan di luar negeri.

2.3 Profil perusahaan PT.PERTAMINA (PERSERO)Dumai

Tentang Pertamina

PERTAMINA adalah perusahaan minyak dan gas bumi yang dimiliki Pemerintah Indonesia (National Oil Company), yang berdiri sejak tanggal 10 Desember 1957 dengan nama PT PERMINA. Pada tahun 1961 perusahaan ini berganti nama menjadi PN PERMINA dan setelah merger dengan PN PERTAMIN di tahun 1968 namanya berubah menjadi PN PERTAMINA. Dengan bergulirnya Undang Undang No. 8 Tahun 1971 sebutan perusahaan menjadi PERTAMINA. Sebutan ini tetap dipakai setelah PERTAMINA berubah status hukumnya menjadi PT PERTAMINA (PERSERO) pada tanggal 17 September 2003 berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 tahun 2001 pada tanggal 23 November 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.

PT PERTAMINA (PERSERO) didirikan berdasarkan akta Notaris Lenny Janis Ishak, SH No. 20 tanggal 17 September 2003, dan disahkan oleh Menteri Hukum & HAM melalui Surat Keputusan No. C-24025 HT.01.01 pada tanggal 09 Oktober 2003. Pendirian Perusahaan ini dilakukan menurut ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam Undang-Undang No. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas, Peraturan Pemerintah No. 12 tahun 1998 tentang Perusahaan Perseroan (Persero), dan Peraturan Pemerintah No. 45 tahun 2001 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah No. 12 tahun 1998 dan peralihannya berdasarkan PP No.31 Tahun 2003 "TENTANG PENGALIHAN BENTUK PERUSAHAAN PERTAMBANGAN MINYAK DAN GAS BUMI NEGARA (PERTAMINA) MENJADI PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO)"

Sesuai akta pendiriannya, Maksud dari Perusahaan Perseroan adalah untuk menyelenggarakan usaha di bidang minyak dan gas bumi, baik di dalam maupun di luar negeri serta kegiatan usaha lain yang terkait atau menunjang kegiatan usaha di bidang minyak dan gas bumi tersebut.

Adapun tujuan dari Perusahaan Perseroan adalah untuk:

  1. Mengusahakan keuntungan berdasarkan prinsip pengelolaan Perseroan secara efektif dan efisien.
  2. Memberikan kontribusi dalam meningkatkan kegiatan ekonomi untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, Perseroan melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut:

  1. Menyelenggarakan usaha di bidang minyak dan gas bumi beserta hasil olahan dan turunannya.
  2. Menyelenggarakan kegiatan usaha di bidang panas bumi yang ada pada saat pendiriannya, termasuk Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang telah mencapai tahap akhir negosiasi dan berhasil menjadi milik Perseroan.
  3. Melaksanakan pengusahaan dan pemasaran Liquified Natural Gas (LNG) dan produk lain yang dihasilkan dari kilang LNG.
  4. Menyelenggarakan kegiatan usaha lain yang terkait atau menunjang kegiatan usaha sebagaimana dimaksud dalam nomor 1, 2, dan 3.

Sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang MIGAS baru, Pertamina tidak lagi menjadi satu-satunya perusahaan yang memonopoli industri MIGAS dimana kegiatan usaha minyak dan gas bumi diserahkan kepada mekanisme pasar.

2.4 Tata Nilai Pertamina

· Clean (Bersih)
Dikelola secara profesional, menghindari benturan kepentingan, tidak menoleransi suap, menjunjung tinggi kepercayaan dan integritas. Berpedoman pada asas-asas tata kelola korporasi yang baik.

· Competitive (Kompetitif)
Mampu berkompetisi dalam skala regional maupun internasional, mendorong pertumbuhan melalui investasi, membangun budaya sadar biaya dan menghargai kinerja

· Confident (Percaya Diri)
Berperan dalam pembangunan ekonomi nasional, menjadi pelopor dalam reformasi BUMN, dan membangun kebanggaan bangsa

· Customer Focused (Fokus Pada Pelanggan)
Beorientasi pada kepentingan pelanggan, dan berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

· Commercial (Komersial)
Menciptakan nilai tambah dengan orientasi komersial, mengambil keputusan berdasarkan prinsip-prinsip bisnis yang sehat.

· Capable (Berkemampuan)
Dikelola oleh pemimpin dan pekerja yang profesional dan memiliki talenta dan penguasaan teknis tinggi, berkomitmen dalam membangun kemampuan riset dan pengembangan.

2.5 visi dan misi



2.6 Struktur organisasi




BAB III

TOPIK YANG AKAN DI ANGKAT

LAN (Lokal Area Network)

3.1 Pengertian Jaringan Komputer dan LAN

Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung dalam satu kesatuan. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama dan bersama-sama menggunakan hardware/software yang terhubung dengan jaringan. Setiap komputer, printer atau periferal yang terhubung dengan jaringan disebut node. Sebuah jaringan komputer dapat memiliki dua, puluhan, ribuan atau bahkan jutaan node.

Sementara itu pengertian dari Local Area Network (LAN) itu sendiri adalah jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer. LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor suatu perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama sumberdaya (resource, misalnya printer, merupakan salah satu bagian dalam sistem komputer yang berfungsi untuk menampilkan hasil pekerjaan) dan saling bertukar informasi. Karena resource maka model pemakaian printer seperti ini dikenal dengan Printer Sharing. Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk membuat beberapa komputer berbagi satu printer. Mulai dari model jaringan LAN, switch printer, bahkan manual switch.

Tujuan dari jaringan komputer adalah untuk menghubungkan jaringan-jaringan yang ada dalam jaringan tersebut sehingga informasi dapat ditransfer dari satu lokasi ke lokasi yang lain. Karena suatu perusahaan memiliki keinginan/kebutuhan yang berbeda-beda maka terdapat berbagai cara jaringan terminal-terminal dapat dihubungkan. Struktur geometric ini disebut dengan LAN Topologies. Terdapat empat Network Topologi yaitu :

· Bus

· Ring (cincin)

· Star

· Mesh

Setiap topologi memiliki karakteristik yang berdeda-beda dan masing-masing juga memiliki keuntungan dan kerugian.

3.2 Macam-macam Topologi Jaringan LAN

Topologi adalah suatu cara menghubungkan komputer yang satu dengan komputer lainnya sehingga membentuk jaringan. Cara yang saat ini banyak digunakan adalah bus, token-ring, dan star. Masing-masing topologi ini mempunyai ciri khas, dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri.

1. Topologi BUS

a. Keuntungan

· Hemat kabel

· Layout kabel sederhana

· Mudah dikembangkan

b. Kerugian

· Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil

· Kepadatan lalu lintas

· Bila salah satu client rusak, maka jaringan tidak dapat berfungsi.

· Diperlukan repeater untuk jarak jauh

2. Topologi TokenRING

Metode token-ring (sering disebut ring saja) adalah cara menghubungkan komputer sehingga berbentuk ring (lingkaran). Setiap simpul mempunyai tingkatan yang sama. Jaringan akan disebut sebagai loop, apabila data dikirimkan ke setiap simpul dan setiap informasi yang diterima simpul diperiksa alamatnya apakah data itu untuknya atau bukan.

a) Keuntungan

· Hemat Kabel

b) Kerugian

· Peka kesalahan

· Pengembangan jaringan lebih kaku

3. Topologi STAR

Kontrol terpusat, semua link harus melewati pusat yang menyalurkan data tersebut kesemua simpul atau client yang dipilihnya. Simpul pusat dinamakan stasiun primer atau server dan lainnya dinamakan stasiun sekunder atau client server. Setelah hubungan jaringan dimulai oleh server maka setiap client server sewaktu-waktu dapat menggunakan hubungan jaringan tersebut tanpa menunggu perintah dari server.

a) Keuntungan

· Paling fleksibel

· Pemasangan/perubahan stasiun sangat mudah dan tidak mengganggu bagian jaringan lain

· Kontrol terpusat

· Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan

· Kemudahaan pengelolaan jaringan

b) Kerugian

· Boros kabel

· Perlu penanganan khusus

· Kontrol terpusat ( HUB/SWITCH) jadi elemen kritis

3.3 Type Jaringan

Type jaringan erat kaitannya dengan sistim operasi jaringan. Ada dua type jaringan yaitu sebagai berikut :

1. Jaringan Peer-to-peer Network

Peer artinya rekan sekerja. Peer-to-peer network adalah jaringan komputer yang terdiri dari beberapa komputer (biasanya tidak lebih dari 10 komputer dengan 1-2 printer). Dalam sistem jaringan ini yang diutamakan adalah penggunaan program, data dan printer secara bersama-sama.

2. Jaringan Server-Client Network

Server adalah komputer yang menyediakan fasilitas bagi komputer lawan dalam jaringan. Sedangkan Client adalah komputer-komputer yang menerima/menggunakan fasilitas yang disediakan oleh komputer server.

3.4 Manfaat Jaringan LAN

· Resource Sharing, dapat menggunakan sumberdaya yang ada secara bersama-sama. Misal seorang pengguna yang berada 100 km jauhnya dari suatu data, tidak mendapatkan kesulitan dalam menggunakan data tersebut, seolah-olah data tersebut berada didekatnya. Hal ini sering diartikan bahwa jaringan komputer mangatasi masalah jarak.

· Reliabilitas tinggi, dengan jaringan komputer kita akan mendapatkan reliabilitas yang tinggi dengan memiliki sumber-sumber alternatif persediaan. Misalnya, semua file dapat disimpan atau dicopy ke dua, tiga atau lebih komputer yang terkoneksi ke jaringan. Sehingga bila salah satu mesin rusak, maka salinan di mesin yang lain bisa digunakan.

· Menghemat uang. Komputer berukuran kecil mempunyai rasio harga/kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan komputer yang besar. Komputer besar seperti mainframe memiliki kecapatan kira-kira sepuluh kali lipat kecepatan komputer kecil/pribadi. Akan tetapi, harga mainframe seribu kali lebih mahal dari komputer pribadi. Ketidakseimbangan rasio harga/kinerja dan kecepatan inilah membuat para perancang sistem untuk membangun sistem yang terdiri dari komputer-komputer pribadi melalui komponen Jaringan LAN.

3.5 Komponen Jaringan

1. Media Transmisi Data

A. Kabel UTP

Jaringan komputer sekarang menggunakan kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) dengan standar 100 base - TX Fast Ethernet. Kabel UTP terdiri dari 4 pasang kawat berulir (twistwed Pair Wire) sehingga pada kabel itu semuanya terdapat 8 kawat. Setiap pasangan kawat ini di beri kode warna, yang pertama warna penuh (Biru, Orange, Hijau serta coklat) dan pasangannya yang berulir seputar yang utama tadi dengan warna putih dan strip warna yang sesuai dengan pasangannya.

B. Kabel Koaksial

      • Kabel ini mempunyai sifat-sifat sebagai berikut:
        • Paling populer digunakan pada Local Area Network (LAN).
        • Memiliki bandwidth yang lebar, sehingga bisa digunakan untuk komunikasi broadband (multiple channel).
        • Ada bermacam-macam jenis kabel coaxial aeperti kabel TV, thick, ARCnet, dan thin coaxial.
        • Thick coaxial dikenal dengan nama 10Base5, biasanya digunakan untuk kabel backbone pada instalasi jaringan ethernet antar gedung. Kabel ini sulit ditangani secara fisik karena tidak flexibel dan berat, namun dapat menjangkau jarak 500 m bahkan 2500 m dengan repeater.
        • Thin coaxial lebih dikenal dengan nama RG-58, cheapernet, 10Base2, dan thinnet, biasanya digunakan untuk jaringan antar workstation. Dapat digunakan untuk implementasi topologi bus dan ring karena mudah ditangani secara fisik

C. Fiber Optic

· Mahal

· Bandwidth lebar

· hampir tidak ada resistansi dan loss

· tidak bisa di-tap di tengah

· tidak terganggu oleh cuaca dan panas

· merupakan salah satu kabel utama di masa depan

D. Wireless

o instalasi mudah dilakukan

o setiap workstation berhubungan dengan hub atau cosentrator melalui gelombang radio atau infra merah

2. Hardware Jaringan

A. Server

Secara umum server adalah komputer program yang menyediakan service kepada komputer program lain yang sama ataupun berbeda. Dalam model programming client/server, server adalah program yang menunggu dan memenuhi permintaan dari client program yang sama atau berbeda.

B. Workstation

Merupakan komputer yang menggunakan fasilitas-fasilitas dan aplikasi yang disediakan oleh komputer server.

C. NIC (Network Interface Card)

Adalah computer circuit board or card yang dipasang dalam komputer (server maupun workstation) sehingga komputer dapat dihubungkan kedalam jaringan. Dilihat dari jenis interfacenya umumnya terbagi dua yaitu PCI dan ISA. Terdapat juga beberapa card diperuntukkan khusus untuk laptop atau notebook dengan socket PCMCIA. Sering disebut dengan ethernet card, Network card.


D. Switch

Merupakan konsentrator yang membagi sinyal data bagi network interface card (NIC).

E. Router

Merupakan peralatan yang menentukan rute (jalur) yang akan dilewati oleh data dalam jaringan.

F. Konektor

Merupakan peralatan yang digunakan untuk menghubungkan suatu media transmisi tertentu dengan network interface card.

a. RJ-45

Pada ujung-ujung kabel CAT 5 ini dipasangkan konektor yang dikenal sebagai konektor RJ-45 (RJ dari kata 'Registered Jack'). Konektor RJ-45 ini mirip dengan konektor pada kabel telepon (RJ-11). Bila pada kabel telepon menggunakan tiga pasang kawat, maka kabel network ini empat pasang. Untuk memudahkan memilah-milah kabel di masa datang, konektor RJ- 45 dipasangkan pada kabel CAT 5 dengan aturan tersendiri. Untukmelihat urutan kawat-kawat yang dipasang pada konektor RJ-45, Anda harus melihatnya dengan memegang 'klip' konektor ini di bagian bawah, agar lubangnya (tempat memasukkan kabel) menghadap Anda.

b. Konektor BNC

Konektor yang digunakan untuk menghubungkan kabel coaxial dengan kartu jaringan. Konektor ini mirip dengan penggunaan pada konektor TV. Konektor BNC ini ada 3 jenis yaitu Jenis Konektor BNC, Jenis Terminator BNC dan Jenis T BNC.

G. Crimp Tool

Crimp tool/Crimping tool adalah alat untuk memasang kabel UTP ke konektor RJ-45/RJ-11 tergantung kebutuhan. Bentuknya macam-macam ada yang besar dengan fungsi yang banyak, seperti bisa memotong kabel, mengupas dan lain sebagainya. Ada juga yang hanya diperuntukan untuk crimp RJ-45 atau RJ-11 saja.

3.6 Membangun Jaringan LAN

1. Pemasangan Kabel

Dalam penyambungan kabel pada konektor RJ-45 ada dua jenis model.

o Yang pertama dinamakan dengan jenis sambungan Crossover Cable yang kegunaannya untuk menghubungkan dua computer membentuk LAN tanpa melalui hub. dan untuk menghubungan antara hub ke sebuah hub lainnya.

o Yang kedua dinamakan dengan jenis sambungan Straight– Through cable yang dipakai untuk menghubungkan computer ke sebuah hub.

Table urutan penyambungan kabel UTP ke konektor RJ-45 untuk metode straight cable:

Putih orange

1

Putih orange

Orange

2

Orange

Putih hijau

3

Putih hijau

Biru

4

Biru

Putih biru

5

Putih biru

hijau

6

hijau

Putih coklat

7

Putih coklat

coklat

8

coklat

Table urutan penyambungan kabel UTP ke konektor RJ-45 untuk metode cross cable:

Putih orange

1

Putih hijau

Orange

2

hijau

Putih hijau

3

Putih orange

Biru

4

biru

Putih biru

5

Putih biru

hijau

6

orange

Putih coklat

7

Putih coklat

coklat

8

coklat

2.IP Address

IP address adalah alamat yang diberikan pada jaringan komputer dan peralatan jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP. IP address terdiri atas 32 bit angka biner yang dapat dituliskan sebagai empat kelompok angka desimal yang dipisahkan oleh tanda titik seperti 192.168.0.1.

IP address terdiri atas dua bagian yaitu network ID dan host ID, dimana network ID menentukan alamat jaringan komputer, sedangkan host ID menentukanalamat host (komputer, router, switch). Oleh sebab itu IP address memberikan alamat lengkap suatu host beserta alamat jaringan di mana host itu berada.

Kelas-kelas IP Address

Untuk mempermudah pemakaian, bergantung pada kebutuhan pemakai, IP address dibagi dalam tiga kelas seperti diperlihatkan pada table .

o IP address kelas A diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang sangat besar. Range IP 1.xxx.xxx.xxx. – 126.xxx.xxx.xxx, terdapat 16.777.214 (16 juta) IP address pada tiap kelas A. Pada IP address kelas A, network ID ialah 8 bit pertama, sedangkan host ID ialah 24 bit berikutnya. Dengan demikian, cara membaca IP address kelas A, misalnya 113.46.5.6 ialah : Network ID = 113 Host ID = 46.5.6 Sehingga IP address diatas berarti host nomor 46.5.6 pada network nomor 113.

o IP address kelas B biasanya dialokasikan untuk jaringan berukuran sedang dan besar. Pada IP address kelas B, network ID ialah 16 bit pertama, sedangkan host ID ialah 16 bit berikutnya. Dengan demikian, cara membaca IP address kelas B, misalnya 132.92.121.1 Network ID = 132.92 Host ID = 121.1 Sehingga IP address di atas berarti host nomor 121.1 pada network nomor 132.92. dengan panjang host ID 16 bit, network dengan IP address kelas B dapat menampung sekitar 65000 host. Range IP 128.0.xxx.xxx – 191.155.xxx.xxx.

o IP address kelas C awalnya digunakan untuk jaringan berukuran kecil (LAN). Host ID ialah 8 bit terakhir. Dengan konfigurasi ini, bisa dibentuk sekitar 2 juta network dengan masing-masing network memiliki 256 IP address. Range IP 192.0.0.xxx – 223.255.255.x. Pengalokasian IP address pada dasarnya ialah proses memilih network Id dan host ID yang tepat untuk suatu jaringan. Tepat atau tidaknya konfigurasi ini tergantung dari tujuan yang hendak dicapai, yaitu mengalokasikan IP address seefisien mungkin.

o Setelah menentukan pengalokasian IP address maka selanjutnya kita dapat melakukan resource printer (memakai bersama sumberdaya).

Gambaran jaringan LAN

(Local Area Network)

3.7 Gambaran jaringan LAN


3.7.1 topologi bus





3.7.2 topologi ring(cincin)





3.7.3 topologi star





3.7.3 topologi mesh


3.8 Gambar komponen jaringan

3.8.1 kabel UTP





3.8.2 kabel coaxial





3.8.3 Fiber optic





3.8.4 wareless


3.9 Gambaran hardware jaringan


3.9.1 workstation





3.9.2 NIC(Network Interface Cart)





3.9.3 switch


3.9.4 Konektor

· RJ 45





· Crimping





· LAN tester





LAPORAN KEGIATAN

PRAKTEK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN)

Dari tgl 01 april 2010 – 01 juni 2010

3.10 laporan kegiatan kerja industri

no

Hari/tgl pelaksanaan

Bidang pekerjaan

keterangan

1

kamis/01 april 2010

-

-

2

Jum’at/02 april 2010

-

-

3

Senin/05 april 2010

-

-

4

Selasa/06 april 2010

-

-

5

Rabu/07 april 2010

Memperbaiki jaringan LAN dan pembuatan jaringan LAN di RSUD.

-

6

Kamis/08 april 2010

Memasang dan memperbaiki jaringan LAN.

-

7

Jum’at/09 april 2010

Memasang wareless di ruang SPID.

-

8

Senin/12 april 2010

Pengecekan jaringan LAN data di JPK (jasa pemeliharaan kilang).

-

9

Selasa/13 april 2010

Survey lokasi pemindahan jatingan data operasi ke mantenand area/JPK.

-

10

Rabu/14 april 2010

Pengecekan jaringan LAN di gedung marine.

-

11

Kamis/15 april 2010

Penarikan kabel jaringan LAN data di gedung HSC.

-

12

Jum’at/16 april 2010

Survey lokasi di MCR dan perbaikan jaringan.

-

13

Senin/19 april 2010

Penarikan kabel jaringan LAN data di MCR.

-

14

Selasa/20 april 2010

Penarikan kabel jaringan LAN data di mantenand area III / SH.

-

15

Rabu/21 april 2010

Survey lokasi pemasangan kabel LAN data di gedung MCR/HCC kilang.

-

16

Kamis/22 april 2010

Pengecekan jaringan camera CCTV dari gedung inspeksi ke gedung pos gate II.

-

17

Jum’at/23 april 2010

Perapian kabel jaringan LAN data di gedung keuangan/anggaran

-

18

Senin/26 april 2010

Penggantian switch baselin 3 com dgn switch/hub di gedung reukoor.

-

19

Selasa/27 april 2010

Penarikan kabel jaringan LAN data,printer di gedung suplai clain.

-

20

Rabu/28 april 2010

Pemasangan jaringan LAN di ruang kerja HCC/MCR

-

21

Kamis/29 april 2010

Penukaran wareless WiFi di ruang rapat GM.

-

22

Jum’at/30 april 2010

Penukaran WiFi di ruang rapat.

-

23

Senin/03 may 2010

Di ruangan membuat tugas laporan akhir prakerin

-

24

Selasa/04 may 2010

Pemasangan camera CCTV di pos gate I dan pengecekan jaringan LAN di gedung gudang 3,4 dan were house

-

25

Rabu/05 may 2010

Pengecekan switch jaringan lan data di gedung ingpeksi,engbang

-

26

Kamis/06 may 2010

Penggantian modem zyxel di rumah dinas bukit datuk blok A-13 / direktur RSPD

27

Jum’at/07 may 2010

Penggantian modem zyxel di rumah dinas bukit datuk blok B/AA – 51 bapak yusuf Ricardo.

-

28

Senin/10 may 2010

Pemasangan modem zyxel di kantor gedung PEM 1

29

Selasa/11 may 2010

Penarikan kabel LAN dari switch ke ruang kerja GM RU II untuk pemasangan video conference.

-

30

Rabu/12 may 2010

Pemasangan UPS di radio link (OTJ).

Video konfrence di ruang kerja GM RU II.

-

31

Kamis/13 may 2010

-

-

32

Jum’at/14 may 2010

Survey lokasi di area maintenent I (CIVIL)

-

33

Senin/17 may 2010

Di ruang TI membuat tugas laporan akhir prakerin.

-

34

Selasa/18 may 2010

Penggantian modem zyxel di PEM I (CIVIL).

-

35

Rabu/19 may 2010

Penarikan cable jaringan lan data di runa kerja sek.SPID (Bpk nazamuddin)

-

36

Kamis/20 may 2010

-

37

Jum’at/21 may 2010

38

Senen/24 may 2010

39

Selasa/25 may 2010

40

Rabu/26 may 2010

41

Kamis/27 may 2010

42

Jum’at/28 may 2010

43

Senen/01 juni 2010

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan

kegiatan prakerin sangat bermanfaat bagi para siswa-siswi khususnya siswa-siswi SMK Negeri 01 Mandau. Dengan adanya kegiatan prakerin siswa di tuntut untuk mempunyai sikap mandiri dan mampu berinteraksi dengan orang lain sehingga siswa diharapkan dapat memiliki keterampilan serta wawasan yang tinggi.

Selain itu prakerin merupakan kegiatan praktek di luar jam sekolah yang

bekerja sama dengan masyarakat atau instansi, sehingga siswa-siswi mampu bergaul dan bekerja sama dengan masyarakat luar. Prakerin dapat menunjang siswa untuk menjadi tenaga kerja menengah yang ahli dan professional dalam bidangnya yang mampu memenuhi pasar nasional atau bahkan internasional.

Dengan begitu siswa- siswi kan mempunyai sikap yang akan menjadi bekal dasar pengembangan diri secara berkelanjutan dan dapat mengamalkan apa yang telah di perolehnya, dalam kehidupan sehari-hari. Adapun kesimpulan mengenai tempat prakerin ini adalah:

A. Lembaga ini mempunyai banyak fasilitas yang memadai bagi para

Pegawai

B. Dalam ruang teknisi terdapat computer yang telah tersambung dengan

fasilitas INTERNET sehingga dapat membantu para pegawai.

4.2 Saran

kami telah melaksanakan kegiatan prakerin selama kurang lebih dua

bulan. Kami merasakan apa yang terjadi jika seandainya kita menjadi tenaga kerja yang pastinya bekerja sama dengan orang lain. Maka dari itu, untuk kedepannya kami menyarankan:

· Kegiatan prakerin lebih di perhatikan dalam arti pembimbing lebih

sering datang memonitoring para siswa-siswinya.

· Di berikan hukuman bagi peserta prakerin yang melanggar.

Akhir kata kami minta maaf atas segala kekurangan.

Kami berharaplaporan ini bermanfaat bagi pembaca, khususnya siswa-siswi SMK N 01 MANDAU

DAFTAR PUSTAKA

· http://id.wikipedia.org/wiki/LAN

· http://id.shvoong.com/internet-and-technologies/computers/1720801-lan-local-area-network/

· http://chintcha.wordpress.com/2009/01/16/macam-macam-topologi-jaringan-pada-komputer/

· http://www.rezafauzi.com/2009/05/pengertian-topologi-jaringan.html

· http://tugas2-quu.blogspot.com/2008/08/manfaat-lan.html

· http://elearning.unimal.ac.id/upload/materi/Komponen_Jaringan_dari_Ujung_ke_Ujung.htm

· http://www.google.co.id/images?hl=id&cr=countryID&q=KOMPONEN+JARINGAN&um=1&ie=UTF-8&source=univ&ei=UAbyS6maFYG4rAfbyJixDQ&sa=X&oi=image_result_group&ct=title&resnum=4&ved=0CD4QsAQwAw

· http://www.google.co.id/images?um=1&hl=id&cr=countryID&tbs=isch%3A1%2Cctr%3AcountryID&sa=1&q=KOMPONEN+JARINGAN+LAN&aq=f&aqi=&aql=&oq=&gs_rfai=

1 komentar: